United Nations Office for Project Services (UNOPS)

Technical Associate (Environmental - Silviculturist)

United Nations Office for Project Services (UNOPS)

Job Description

 

UNOPS supports the successful implementation of its partners’ peacebuilding, humanitarian and Development Projects around the world. Our mission is to serve people in need by expanding the ability of the United Nations, governments and other partners to manage projects, infrastructure and procurement in a sustainable and efficient manner.

Working in some of the world’s most challenging environments, our vision is to advance sustainable implementation practices, always satisfying or surpassing our partners’ expectations.

With over 7,000 personnel spread across 80 countries, UNOPS offers its partners the logistical, technical and management knowledge they need, wherever they need it.

A flexible structure and global reach means that we can quickly respond to our partners' needs, while offering the benefits of economies of scale.

Latar Belakang – UNOPS

UNOPS mendukung berhasilnya pelaksanaan proyek pembinaan perdamaian, kemanusiaan, dan pembangunan mitranya di seluruh dunia. Misi kami adalah melayani orang-orang yang membutuhkan dengan memperluas peran Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah, dan mitra lainnya dalam mengelola proyek, prasarana, dan pengadaan secara berkelanjutan dan efisien.

Bekerja di sejumlah lingkungan yang paling menantang di dunia, kami berupaya mendorong praktik pelaksanaan yang berkelanjutan dan senantiasa memberikan layanan yang melampaui harapan para mitra.

Dengan lebih dari 7.000 personel yang tersebar di 80 negara, UNOPS memberikan pengetahuan tentang logistik, teknik, dan pengelolaan kapan saja dibutuhkan mitra.

Struktur yang fleksibel dan jangkauan global memampukan kami memenuhi kebutuhan mitra dengan cepat dan memberikan manfaat penerapan ekonomi skala.

Background Information - Job-specific

THOH

Thailand Operations Hub (THOH) is a UNOPS business unit under the UNOPS Asia Regional Office and it was established to better support, develop and oversee the UNOPS portfolio of projects in South East Asia and The Pacific.

The Hub comprises three main portfolios –THOH Thailand, THOH Indonesia and THOH Pacific and provides a wide range of services including Project Management, Transactional HR, Financial, and Procurement to clients that include other UN entities, INGOs and governments/government agencies donors.

Badan Restorasi Gambut Results Enabling Facility (BRG REF)

Seasonal peatland fires are now compromising Indonesia’s economic and social development by creating considerable threats to health, the environment, and the economy. In 2015 peat fires and their related haze resulted in the hospitalization of more than half a million people due to acute respiratory infections. These fires that raged through 2.6 million hectares of forest and peatland areas in the islands of Kalimantan and Sumatra released 1.6 Gts of CO2e, surpassing the annual CO2 emissions of advanced industrialized nations such as Germany, France, and others. Direct and indirect damages cost the Indonesian national economy an estimated USD 16 billion, about 2% of its annual GDP.

In recognition of the importance of peatlands for Climate Change mitigation, the Government of Indonesia through Presidential Regulation No 1/2016 constituted the Peatland Restoration Agency (BRG). BRG has an important mandate: prevent forest fires, especially in peatland areas, as well as restore 2 million hectares of peatlands devastated by forest and land fires. The Agency identified 7 target provinces for peatland restoration and fire prevention activities in Riau, Jambi, South Sumatra, West Kalimantan, Central Kalimantan, South Kalimantan and Papua.

Since its establishment in 2016, Norway has been supporting BRG, as current support to the BRG by the Norwegian Government falls within the wider partnership between Norway and Indonesia established in 2010 through the Letter of Intent (LOI) to reduce emissions from deforestation and land degradation of forests and peatlands . The support is part of an international climate mitigation initiative (UNFCCC) supported programme that uses international aid to counter forest degradation in various parts of the world, and this is one of the largest ever contribution made to reduce deforestation.

In the framework of this background, Norway and BRG have asked UNOPS to develop a flexible multiyear administrative support mechanism for managing Norway’s financial support to BRG through the establishment of the BRG Results Enabling Facility (BRG REF). The mechanism has within its scope a back-office management component and a service, procurement, Grants Management and a delivery component.

In the context of the BRG-REF, UNOPS is hiring for the position of Technical Associate Environmental (Silviculturist).

​​​​​​THOH

Hub Operasional Thailand/Thailand Operations Hub (THOH) merupakan unit bisnis UNOPS yang bekerja di bawah Kantor Regional Asia UNOPS. Hub ini didirikan untuk mendukung, mengembangkan, dan mengawasi portofolio proyek UNOPS dengan lebih baik di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Hub tersebut terdiri dari tiga portofolio utama - THOH Thailand, THOH Indonesia, dan THOH Pasifik yang memberikan berbagai layanan termasuk Pengelolaan Proyek, Personalia Transaksional, Keuangan, dan Pengadaan kepada klien yang melibatkan badan-badan PBB lainnya, LSM Internasional, dan pemerintah/lembaga donor pemerintah.

Fasilitas Pendukung Hasil/Result Enabling Facility BRG (BRG REF)

Kebakaran lahan gambut musiman membahayakan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia mengingat besarnya ancaman yang ditimbulkan terhadap kesehatan, lingkungan, dan perekonomian. Pada tahun 2015, lebih dari setengah juta orang harus dirawat di rumah sakit karena menderita infeksi saluran pernapasan akut akibat kabut yang dihasilkan kebakaran gambut. Kebakaran yang melanda 2,6 juta hektare kawasan hutan dan lahan gambut di pulau Kalimantan dan Sumatera menghasilkan 1,6 gigaton CO2, melebihi emisi CO2 tahunan negara-negara industri maju seperti Jerman, Prancis, dan lainnya. Kerusakan langsung dan tidak langsung menyebabkan kerugian ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 16 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 2% dari PDB tahunan Indonesia.

Mengingat pentingnya lahan gambut untuk mitigasi perubahan iklim, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 1 tahun 2016 membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG). Tugas penting BRG di antaranya: mencegah kebakaran hutan terutama di wilayah lahan gambut dan merestorasi 2 juta hektare lahan gambut yang rusak akibat kebakaran hutan dan lahan. BRG mengidentifikasi 7 provinsi sebagai sasaran kegiatan pencegahan kebakaran dan restorasi lahan gambut yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Sejak didirikan pada tahun 2016, BRG mendapat dukungan dari Norwegia. Dukungan Pemerintah Norwegia kepada BRG adalah bagian dari kerja sama antara Norwegia dan Indonesia yang dilakukan tahun 2010 melalui Surat Minat (LOI) untuk mengurangi emisi yang diakibatkan penggundulan hutan serta degradasi lahan hutan dan gambut. Dukungan tersebut merupakan bagian dari program yang didukung mitigasi perubahan iklim internasional (berdasarkan Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim/UNFCCC) yang memanfaatkan bantuan internasional untuk mengatasi degradasi hutan di berbagai belahan dunia. Dukungan tersebut merupakan salah satu kontribusi terbesar dalam sejarah untuk mengurangi penggundulan hutan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Norwegia dan BRG telah meminta UNOPS untuk membuat mekanisme dukungan administratif yang dapat dimanfaatkan selama periode tertentu dan bersifat fleksibel guna mengelola bantuan keuangan dari Norwegia kepada BRG melalui pendirian Fasilitas Pendukung Hasil/Result Enabling Facility BRG (REF BRG). Mekanisme tersebut mencakup komponen pengelolaan kantor administrasi; pengelolaan layanan, pengadaan, dan hibah; serta komponen pengiriman.

Untuk mendukung REF BRG, UNOPS membuka lowongan kerja untuk posisi Technical Associate Environmental (Silviculturist)

Functional Responsibilities

Duties and responsibilities

Under the general guidance of Deputy Head for Construction, Operation, and Maintenance of the BRG and under the management of the UNOPS Head of ISU, the incumbent is responsible for:
1. Provide support in Technical Guidance and Capacity Building:

  • Provide support to develop technical guidance on forest nurseries, tree-plantings, and woody & non-woody species identification;

  • Assist the development of capacity building plan on forest nurseries, tree-plantings, and woody & non-woody species identification;

  • Collaborate with other BRG staffs to conduct trainings on revegetation activities: forest nurseries, tree-plantings, and its maintenance.

2. Provide support in Monitoring and Evaluation:
  • Facilitate monitoring and evaluation on the implementation of forest nurseries, tree-plantings, and its maintenance;

  • Provide support to calculate the cost estimation for revegetation, nurseries, and tree-plantings;

  • Contribute in preparation of monthly, mid-years, and annual reports on revegetation activities implemented on the ground.

3. Contribute to Knowledge Management and Knowledge Sharing:

  • Support the compilation of lessons learned as per defined reporting format;

  • Collect information on silviculture technologies for peat-swamp forest;

  • Contribute to the dissemination and sharing of best practices and lessons learned for planning and knowledge building.

Impact of Results

The effective and successful achievement of results by Technical Associate Environmental (Silviculturist) impact on the performance of the BRG Results Enabling Facility by ensuring successful implementation of project which leads to achievements of BRG Results Enabling Facility objectives.

Tugas dan Tanggung Jawab

Menurut panduan umum Deputi Bidang Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan dan manajemen Kepala Unit Dukungan Pelaksanaan/Implementation Support Unit (ISU) UNOPS, kandidat akan bertanggung jawab terhadap:

1. Memberikan bantuan dalam pedoman teknis dan pembangunan kapasitas:
  • Memberikan bantuan untuk mengembangkan pedoman teknis pada pembibitan tanaman, penanaman pohon, dan mengidentifikasi spesies jenis kayu dan non-kayu

  • Membantu perkembangan dari rencana pembangunan kapasitas pada pembibitan tanaman, penanaman pohon, dan mengidentifikasi spesies jenis kayu dan non-kayu

  • Berkolaborasi dengan pegawai BRG lainnya untuk mengadakan training dalam kegiatan revegetasi: pembibitan tanaman, penanaman pohon, dan pemeliharaannya.

2. Memberikan bantuan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi:
  • Memfasilitasi kegiatan monitoring dan evaluasi pada implentasi pembibitan hutan, penanaman pohon, dan pemeliharaannya;

  • Memberikan bantuan untuk menghitung estimasi biaya dari kegiatan revegetasi, pembibitan, dan penanaman pohon;

  • Berkontribusi dalam persiapan laporan bulanan, tengah-tahun, dan tahunan dari implementasi kegiatan revegetasi di lapangan.

3. Berkontribusi pada Manajemen Pengetahuan dan berbagi pengetahuan:
  • Mendukung kumpulan dari lesson learned sesuai dengan format yang sudah ditetapkan

  • Mengumpulkan informasi tentang teknologi-teknologi silvikultur untuk hutan rawa gambut

  • Berkontribusi dalam menyebarkan dan membagikan tentang best practices dan lessons learned dari perencanaan dan pembangunan ilmu pengetahuan.

Dampak dari Hasil yang diharapkan:

Efektivitas dan pencapaian keberhasilan dari hasil-hasil pekerjaan oleh Technical Associate Environmental (Silviculturist) berdampak pada kinerja Fasilitas Pendukung Hasil BRG dengan memastikan keberhasilan implementasi dari projek yang mengarah ke pencapaian dari objektif Fasilitas Pendukung Hasil BRG.

Competencies Treats all individuals with respect; responds sensitively to differences and encourages others to do the same. Upholds organizational and ethical norms. Maintains high standards of trustworthiness. Role model for diversity and inclusion.
Memperlakukan semua orang dengan rasa hormat; peka dalam menanggapi perbedaan, dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Menjunjung tinggi norma organisasi dan kode etik. Mempertahankan standar kejujuran yang tinggi. Menjadi teladan dalam keberagaman dan inklusi.
Acts as a positive role model contributing to the team spirit. Collaborates and supports the development of others. For people managers only: Acts as positive leadership role model, motivates, directs and inspires others to succeed, utilizing appropriate leadership styles.
Memberi teladan yang baik untuk menumbuhkan semangat tim. Berkolaborasi dan mendukung perkembangan orang lain. Khusus manajer personalia: Memberi teladan kepemimpinan yang baik, memotivasi, mengarahkan, dan menginspirasi orang lain untuk menjadi sukses dengan gaya kepemimpinan yang sesuai.
Demonstrates understanding of the impact of own role on all partners and always puts the end beneficiary first. Builds and maintains strong external relationships and is a competent partner for others (if relevant to the role).
Memahami pengaruh perannya terhadap para mitra dan selalu mengutamakan penerima manfaat akhir. Membangun dan memelihara hubungan eksternal yang kuat dan menjadi mitra yang kompeten (jika relevan dengan peran yang diemban).
Efficiently establishes an appropriate course of action for self and/or others to accomplish a goal. Actions lead to total task accomplishment through concern for quality in all areas. Sees opportunities and takes the initiative to act on them. Understands that responsible use of resources maximizes our impact on our beneficiaries.
Melakukan tindakan yang sesuai secara efisien untuk diri sendiri dan/atau orang lain guna mencapai tujuan. Mengambil tindakan untuk sepenuhnya menunaikan tugas dengan tetap mempertimbangkan kualitas di semua sektor. Pandai melihat peluang dan mampu menindaklanjutinya. Memahami bahwa penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab akan memaksimalkan dampak terhadap penerima manfaat.
Open to change and flexible in a fast paced environment. Effectively adapts own approach to suit changing circumstances or requirements. Reflects on experiences and modifies own behavior. Performance is consistent, even under pressure. Always pursues continuous improvements.
Terbuka pada perubahan dan fleksibel dalam lingkungan yang dinamis. Menerapkan pendekatan yang efektif sesuai dengan perubahan kondisi atau kebutuhan. Mampu belajar dari pengalaman dan bersikap lebih baik. Memiliki kinerja yang konsisten sekalipun berada di bawah tekanan. Terus melakukan peningkatan.
Evaluates data and courses of action to reach logical, pragmatic decisions. Takes an unbiased, rational approach with calculated risks. Applies innovation and creativity to problem-solving.
Mampu mengevaluasi data dan tindakan agar dapat mengambil keputusan yang logis dan pragmatis. Melakukan pendekatan yang rasional dan adil dengan memperhitungkan risiko. Menerapkan inovasi dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah.
Expresses ideas or facts in a clear, concise and open manner. Communication indicates a consideration for the feelings and needs of others. Actively listens and proactively shares knowledge. Handles conflict effectively, by overcoming differences of opinion and finding common ground.
Menyampaikan ide dan fakta secara jelas, singkat, dan terbuka. Pola komunikasi menunjukkan kepekaan terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Mampu mendengarkan secara aktif dan membagikan pengetahuan secara proaktif. Menyelesaikan perselisihan secara efektif dengan mengatasi perbedaan pendapat dan mencapai mufakat.  Education/Experience/Language requirementsEducation:
  • Bachelor’s degree in Forestry, Silviculture or a related field is required.

  • Advanced university degree (Master's degree or equivalent) in the above-mentioned areas of specialization is preferred;

  • Completion of secondary school (high school diploma) in combination with six years of experience in wetland/peatland habitat rehabilitation, revegetation/reforestation or related works maybe considered in lieu of above-mentioned degrees.

Experience:

  • Minimum two (2) years of experience in wetland/peatland habitat rehabilitation, revegetation/reforestation or related works in combination with a bachelor’s degree is required; fresh post-graduates with specialization in above-mentioned field may also apply.

  • Completion of high school diploma in combination with six (6) years of experience in wetland/peatland habitat rehabilitation, revegetation/reforestation or related works maybe considered in lieu of above-mentioned degrees.

  • Experience in developing forest nurseries, tree-plantings, and woody & non-woody species identification is an asset;

  • Experience in silviculture/forestry technologies is an asset;

  • Experience in developing cost estimates for revegetation, nurseries, tree-plantings, maintenance or related field is desired;

  • Good technical and analytical skills is preferred;

  • Able to work under high-pressure working environment;

  • Excellent communication skills; and

  • Prior UN experience is an asset.

Language:

  • Intermediate in English language and fluency in Indonesian language is required. Indonesian language includes "Bahasa".

Pendidikan:

  • Minimal Sarjana (S1) Kehutanan, Silvikultur, atau bidang terkait lainnya;

  • Diutamakan Program Master (S2) pada bidang-bidang di atas;

  • Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dikombinasikan dengan enam (6) tahun pengalaman di rehabilitasi habitat lahan basah/ lahan gambut, revegetasi/reforestrasi, atau bidang terkait lainnya dapat dipertimbangkan sebagai pengganti dari jenjang pendidikan yang sudah disebutkan diatas

Pengalaman:

  • Minimal dua (2) tahun pengalaman dalam bidang rehabilitasi habitat lahan basah/ lahan gambut, revegetasi/ reforestasi atau bidang terkait lainnya; pemegang gelar sarjana Master dengan spesialisasi pada bidang yang disebut diatas dipersilahkan juga untuk melamar;

  • Memiliki ijazah sekolah menengah dikombinasikan dengan enam (6) tahun pengalaman dalam bidang rehabilitasi habitat lahan basah/ lahan gambut, revegetasi/ reforestasi atau bidang terkait lainnya;

  • Memiliki pengalaman dalam mengembangkan pembibitan hutan (produksi bibit), penanaman pohon, mengidentifikasi jenis spesies kayu dan non-kayu, dan agroforestri adalah suatu kelebihan;

  • Memiliki pengalaman dalam teknologi silvikultur adalah sebuah aset;

  • Lebih diutamakan memiliki pengalaman dalam mengembangkan estimasi biaya untuk revegetasi, pembibitan, dan penanaman pohon;

  • Lebih diutamakan memiliki kemampuan teknis dan analisis yang baik;

  • Mampu bekerja di bawah tekanan;

  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik;

  • Memiliki pengalaman kerja di UN adalah aset.

Bahasa:

  • Wajib memiliki kemampuan Bahasa Inggris tingkat intermediate dan fasih berbahasa Indonesia.

Contract type, level and duration

Contract type: Local Individual contractor Agreement (LICA)

Jenis kontrak: Perjanjian Kontraktor Perorangan Lokal

Contract level: ICS-6 (LICA-6)

Level kontrak: ICS-6 (LICA-6)

Contract duration: 6 months with possibility of extension

Durasi kontrak: 6 bulan dengan kemungkinan diperpanjang

This position is based in family duty station.
Posisi ini merupakan posisi berbasis family duty station.

Additional Considerations

  • This is a local position, therefore only nationals of duty station or applicants who are legally entitled to be employed in the duty station will be considered.

  • Please note that the closing date is midnight Copenhagen time.

  • Applications received after the closing date will not be considered.

  • Only those candidates that are short-listed for interviews will be notified.

  • For staff positions only, UNOPS reserves the right to appoint a candidate at a lower level than the advertised level of the post

  • The incumbent is responsible to abide by Security Policies, administrative instructions, plans and procedures of the UN Security Management System and that of UNOPS.

It is the policy of UNOPS to conduct background checks on all potential recruits/interns.
Recruitment/internship in UNOPS is contingent on the results of such checks.

Work life harmonization - UNOPS values its people and recognizes the importance of balancing professional and personal demands. We have a progressive policy on work-life harmonization and offer several flexible working options. This policy applies to UNOPS personnel on all contract types

Female candidates are strongly encouraged to apply.
Apply Now